• Kamis, 12 Januari 2017

    Self Regulation by Adang Adha

    Latih Self Regulation Anda

    Self Regulation adalah Perilaku berorientasi tujuan yang dilakukan
    individu, Perilaku mengontrol diri sendiri terutama dalam menuntun diri menampilkan perilaku tertentu yang sudah diharapkan oleh dirinya atau standar tertentu

    Apa saja yang dikontrol? utamanya adalah Pikiran, Emosi, Perilaku impulsif. Dengan kata lain Self Regulated adalah kemampuan mengendalikan pikiran, emosi atau mood dan perilaku diri menurut standar atau ketentuan yang sudah ditetapkan oleh dirinya sendiri.

    Anda seorang karyawan dan merasa sangat bosan dengan pekerjaan anda, anda jadi malas malasan dalam bekerja dan menampilkan performa yang renda. Walaupun demikian anda tau anda punya impian karir atau keinginan tertentu yang menuntut anda perlu dapat memotivasi diri sendiri, mengatasi rasa bosan diri dan menampilkan performa yang stabil dari waktu ke waktu.
    Jika anda memiliki kecendrungan Self Regulation yang tinggi anda akan dapat dengan mudah untuk mengatasinya. Anda akan berusaha menemukan tantangan baru, belajar hal baru, melakukan evaluasi diri apa yang sudah efektif dan apa yang belum , lalu memperbaiki diri. Dengan segera anda mampu memotivasi diri kembali untuk semangat bekerja.

    Dan juga sebaliknya. Jika Self Regulation anda rendah maka anda seolah tidak mampu mengatasi rasa bosan dalam bekerja, tidak mampu mengelola pikiran yang mendukung untuk meneruskan bermalas malasan karena bosan tadi. Anda lalu terjebak dalam perasaan dan perilaku yang anda tau anda tidak menginginkannya. Sebagian orang akan menyalahkan lingkungan, orang lain atau sistem di perusahaan atas Self Regulation nya yang rendah.

    Seorang karyawan yang sudah 15 tahun berada di perusahaan namun tidak mengalami peningkatan karir yang signifikan. Sedangkan teman-teman yang masuknya bersamaan sudah menempati posisi-posisi strategis di perusahaan tersebut. Si Karyawan adalah individu yang cerdas dengan ide idenya yang cemerlang  namun Problem karyawan ini adalah tidak mampu mengelola moodnya dengan baik atau memiliki kecendrungan self regulation yang rendah. tentu saja perusahaan akan sangat beresiko jika mengangkat leader tipe seperti ini. Ia mulai menyalahkan perusahaan, mulai dari sistem penilaian di perusahaan yang jelek, training dan pengembangan karyawan yang buruk leadership support yang jelek dan lain sebagainya. Benar, memang sistem di perusahaan tidak sempurna, begitupun dengan leadernya. Namun Menyalahkan faktor eksternal juga bukan hal yang bijak untuk dilakukan.

    Jika si Karyawan memutuskan untuk berhenti dan menjadi wirausaha sedangkan  ia belum menyadari bahwa ia perlu memiliki self regulation yang baik dan tidak pula melatihnya. Maka kemungkinan ia untuk gagal berwirausaha lebih tinggi. ataupun jika berhasil ia hanya bertahan tanpa ada peningkatan yang signifikan dalam bisnisnya. Padahal untuk menjadi pengusaha ia perlu memilki disiplin diri yang tinggi dan kemampuan self regulation yang baik pula.

    Sebelum anda memutuskan untuk berhenti atau keluar dari perusahaan tempat anda bekerja sekarang dan bermimpi menjadi seorang Pengusaha sukses. Pastikan anda sudah memilki kualitas diri dan sikap pengusaha. Dalam artian jika anda ingin jadi pengusaha, latih Self Regulation anda, disiplin diri, kemampuan belajar dan semua sikap yang dibutuhkan. Bagaimana anda yakin anda bisa sukses diluar sana sebagai pengusaha jika anda belum membuktikan anda memiliki kualitas itu semua. Sedangkan anda di perusahaan yang sudah mapan saja tidak berhasil, bagaimana dengan bisnis yang tantangan dan tingkat ketidakpastiannya lebih tinggi?

    Selamat Berahir Pekan

    Salam

    Adang Adha
    BetterMind Coach | Behavior Programmer

    Penulis : Hanggar PS Lokasi : Jawa Timur, Indonesia

    Photograper and Graphic Designer Capture Your Best Moments - Setiap momen dalam kehidupan akan menjadi sebuah kenangan. Abadikan setiap momen bahagia kalian untuk dikenang di masa yang akan datang