• Selasa, 25 Maret 2014

    Stop Berpikir Dalam Frame

    Aku gak tau Si Bos hari ini maksudnya dia bercerita atau sedang menasehatiku. Beliau berkata :

    "Masih banyak para peserta training ini, ketika diberikan tugas untuk memberikan 1 kalimat bijak kepada orang lain. Masih merasa kesulitan. Mereka masih berpikir bahwa memberikan kalimat bijak yaitu dengan menuliskannya dan menyerahkan langsung tulisan itu kepada seseorang. Padahal bisa saja kita share lewat social media."

    Itu adalah contoh yang beliau berikan padaku hari ini, bahwa masih banyak orang yang berpikir dalam frame. Bila di sini beliau ingin menunjukkan padaku jangan berpikir dalam frame maka saya tidak akan mengartikan cerita tadi hanya sebatas cerita. Itu adalah sebuah cerita berharga yang berisi nasihat, bahwa ketika aku mengerjakan sesuatu maka jangan asal siap pak. Ibarat orang disuruh ke Jakarta langsung berangkat aja, tidak tanya bagaimana ke sana, pake apa, biaya siapa, dan untuk apa. Kita harus mengetahui makna tugas tersebut. Karena tnpa mengetahui makna dari tugas tersebut, ketika kita harus menjualnya, maka akan sulit mendapatkan approve.

    Dulu ketika aku diminta untuk menyiapkan doorprize untuk training, maka aku akan menyiapkan doorprize dari pembelian sampai packing doorprize tersebut dengan konsekuensi akan ada waktu yang terbuang atas kondisi pengerjaan doorprize tersebut. Padahal bila dipikir-pikir masih ada banyak hal yang perlu disiapkan selain doorprize dan lebih penting untuk training tersebut. Akhirnya aku meminta bantuan rekan-rekan kerjaku untuk pengerjaan packing. Atas kejadian tersebut aku mulai tersadar, bahwa ketika diperintahkan mengerjakan sesuatu misal : packing doorprize. Kegiatan packing tidak harus dilakukan olehku. Point yang dituju adalah doorprize terbungkus rapi dan cantik. Bila frame berpikir kita luas, kita nggak harus mengerjakannya sendiri, kita bisa meminta bantuan orang lain, dan mungkin tugas itu akan lebih bagus dikerjakan oleh orang lain dibandingkan bila kita kerjakan sendiri (ini adalah point plus bila mampu menunjuk/meminta bantuan kepada orang yang tepat)

    So aku menyimpulkan dikatakan mengerti makna tugas tersebut bilamana aku mampu menceritakan/mendelegasikan tugas tersebut kepada orang lain dan orang lain itu paham dengan maksud tugas tersebut. Misal : maksud packing tadi adalah doorprize terbungkus rapi dan cantik.

    Penulis : Hanggar PS Lokasi : Jawa Timur, Indonesia

    Photograper and Graphic Designer Capture Your Best Moments - Setiap momen dalam kehidupan akan menjadi sebuah kenangan. Abadikan setiap momen bahagia kalian untuk dikenang di masa yang akan datang