Langsung ke konten utama

Stop Berpikir Dalam Frame

Aku gak tau Si Bos hari ini maksudnya dia bercerita atau sedang menasehatiku. Beliau berkata :

"Masih banyak para peserta training ini, ketika diberikan tugas untuk memberikan 1 kalimat bijak kepada orang lain. Masih merasa kesulitan. Mereka masih berpikir bahwa memberikan kalimat bijak yaitu dengan menuliskannya dan menyerahkan langsung tulisan itu kepada seseorang. Padahal bisa saja kita share lewat social media."

Itu adalah contoh yang beliau berikan padaku hari ini, bahwa masih banyak orang yang berpikir dalam frame. Bila di sini beliau ingin menunjukkan padaku jangan berpikir dalam frame maka saya tidak akan mengartikan cerita tadi hanya sebatas cerita. Itu adalah sebuah cerita berharga yang berisi nasihat, bahwa ketika aku mengerjakan sesuatu maka jangan asal siap pak. Ibarat orang disuruh ke Jakarta langsung berangkat aja, tidak tanya bagaimana ke sana, pake apa, biaya siapa, dan untuk apa. Kita harus mengetahui makna tugas tersebut. Karena tnpa mengetahui makna dari tugas tersebut, ketika kita harus menjualnya, maka akan sulit mendapatkan approve.

Dulu ketika aku diminta untuk menyiapkan doorprize untuk training, maka aku akan menyiapkan doorprize dari pembelian sampai packing doorprize tersebut dengan konsekuensi akan ada waktu yang terbuang atas kondisi pengerjaan doorprize tersebut. Padahal bila dipikir-pikir masih ada banyak hal yang perlu disiapkan selain doorprize dan lebih penting untuk training tersebut. Akhirnya aku meminta bantuan rekan-rekan kerjaku untuk pengerjaan packing. Atas kejadian tersebut aku mulai tersadar, bahwa ketika diperintahkan mengerjakan sesuatu misal : packing doorprize. Kegiatan packing tidak harus dilakukan olehku. Point yang dituju adalah doorprize terbungkus rapi dan cantik. Bila frame berpikir kita luas, kita nggak harus mengerjakannya sendiri, kita bisa meminta bantuan orang lain, dan mungkin tugas itu akan lebih bagus dikerjakan oleh orang lain dibandingkan bila kita kerjakan sendiri (ini adalah point plus bila mampu menunjuk/meminta bantuan kepada orang yang tepat)

So aku menyimpulkan dikatakan mengerti makna tugas tersebut bilamana aku mampu menceritakan/mendelegasikan tugas tersebut kepada orang lain dan orang lain itu paham dengan maksud tugas tersebut. Misal : maksud packing tadi adalah doorprize terbungkus rapi dan cantik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Cover CD dengan Microsoft Word

Teman-teman pasti pernah merasa takut kehilangan data yang tersimpan di komputer oleh karena itu teman-teman memburning data mereka ke dalam CD. Kemudian memberikan nama di CD ataupun DVD itu yang mencerminkan isi dari file yang ada di dalamnya. Tapi apakah memberikan nama di CD dengan hanya menuliskan nama itu dengan spidol itu sudah cukup. Mas Hang rasa itu memang sangat simple dan cara yang cepat untuk memberikan nama. Namun bila CD ataupun DVD kita tadi sudah banyak maka akan memperlambat kita dalam mencari file yang kita butuhkan. Salah satu hal yang dapat mempermudahnya adalah dengan memberikan cover CD yang berbeda antara satu CD dengan CD yang lain. Lihat saja para penjual kaset CD di pinggir jalan. Merekan telah menerapkan ilmu manajemen file . Mereka dengan mudahnya menemukan apa yang kita karena apa yang dia jual telah diberikan cover yang menarik dan berbeda antara satu dengan yang lain. Nah bila Sahabat Arsip bertanya Bagaimana cara membuat cover CD itu Mas? Gampa

Cara Melepaskan Processor Yang Menempel Pada Pendinginnya

Sempet 1 minggu lebih komputer di rumah sempet bermasalah. Komputer sering mati tiba-tiba sendiri tanpa ada pemberitahuan. Akhirnya aku putusin untuk membersihkan toh sudah lama juga gak aku bersihin ini komputer. Beberapa bagian memang sudah berdebu dan kotor namun masih dalam kondisi yang wajar. Namun ketika kubuka kipas processor betapa mengejutkanya seberapa kotor kipas ini. Lihat gambar di bawah ini :

Tips Cara Memperbaiki Icloud Yang Gagal Login

Mendengar kata iPhone tentunya langsung terbesit dalam pikiran ini adalah smartphone flagship dan elegan. iPhone merupakan salah satu ponsel yang diidam idamkan karena dari sisi mewahnya. Mas Hang secara pribadi setuju dengan ini, menurut saya iPhone versi berapapun dari iPhone 4, 4s, 5, 5s, 5c hingga iPhone 6 dan 6s memiliki sisi kemewahan tersendiri. Dengan sisi mewahnya ini tentunya harga iPhone tergolong cukup mahal untuk kita kaum ekonomi menengah ke bawah untuk memiliki ponsel yang satu ini. Sehingga banyak peminat dari ekonomi menengah ke bawah lebih memilih untuk membeli iPhone second hand. Dan tentunya untuk semua barang second hand kita harus pandai dan jeli memilih serta mengecek kondisi fisik dan software ponsel itu. Dalam 5 menit ini Mas Hang akan sharingkan pengelaman membeli iPhone second hand, serta beberapa tips ringan untuk menyelesaikan problem yang timbul. Silakan duduk santai cermati tiap kalimatnya, dan apabila ada yang ditanyakan bisa kirim via komentar.