• Selasa, 27 November 2012

    Melihat Pemulung Saat Jogging di Taman Dayu

    Minggu pagi tak lengkap rasanya bila gak jogging. Salah satu tempat jogging yang asyik di kota Pandaan dan mungkin satu-satunya adalah di Taman Dayu. Seperti biasa aku berangkat pagi sekitar jam 06:30 supaya masih mendapatkan udara yang segar. Tak lupa selalu bawa CamDig (Camera Digital) jaga-jaga barangkali ada spot pemandangan yang indah. Sayangkan k’lo ada pemandangan yang bagus tak aku dokumentasikan dan tak aku share ke temen-temen. Sekedar info saja aku sedang memulai hobi photography semenjak punya CamDig. Walaupun cuman pake CamDig tapi hasilnya bagus juga kuk. Buat yang mau lihat hasil foto pemandanganku bisa klik di sini.
    Taman Dayu, Pandaan
    Kembali lagi ke topik jogging di pagi hari. Hal yang selalu aku lakukan ketika jogging adalah sambil mendengarkan musik. Musik-musik yang sering aku dengarkan adalah biasanya musik-musik melodi. Karena musik-musik seperti ini membuat apa yang kulihat terasa indah dan memberikan inspirasi buatku ketika mengambil gambar.
    Bukan pemandangan yang kulihat namun seorang kakek yang berjalan dengan tubuh membungkuk dan kakinya yang sudah tak lagi cekatan di usianya yang mungkin sudah 60-an. Kedua tangannya saling mengikat dan sambil memegang semacam jaring berwarna merah muda dan didalamnya terdapat beberapa botol plastik yang berhasil ia kumpulkan di sepanjang jalan yang ia lewati. Aku berpikir botol-botol plastik itulah yang menyambung hidupnya di usianya yang sudah tak lagi muda ini.

    Kakek tua dengan jaring merah muda berisi botol plastik
    Kakek tua dengan jaring merah muda berisi botol plastik
    Si nenek yang sedang menunggu suaminya
    Kenapa orang yang sudah tua seperti ini masih harus bekerja keras seperti itu, apakah dia tidak mempunyai anak yang bisa menggantikan pekerjaannya ini. Usia seperti dia seharusnya sudah banyak beristirahat di rumah. Aku sempat berpikir bahwa mungkin anaknya itu mempunyai kelainan. Dan dugaanku ternyata benar. Di ujung jalan di pertigaan dekat dengan Wisata Panci di Desa Sukorejo, nampak seorang nenek-nenek yang sedang duduk di pinggir jalan ditemani sebuah gerobak dengan beratap. Atap gerobak ini digunakannya untuk melindungi buah hatinya yang mengalami kelainan dari terik panas matahari. Di tepi grobak banyak tergelantung jaring-jariang seperti yang kakek bawa tadi dan berisi beberapa botol-botol plastik. Aku sangat kasihan sekali melihat kedua orang yang sudah tua ini.
    Sungguh miris melihat pemandangan ini. Di tengah kegembiraan orang yang lalu lalang lewat untuk berolahraga dengan wajah-wajah yang ceria karena jalan pagi ditemani dengan keluarganya atau dengan pujaan hatinya. Masih ada orang yang mengalami kesusahan. Buatku Minggu pagi adalah refreshing harus libur dari pikiran kerjaan tapi buat orang yang sudah tua seperti kakek dan nenek tadi mau Minggu ataupun hari lain tetaplah sama. Sampah yang mungkin tidak berharga bagi orang lain, baginya adalah barang yang berharga karena dari situlah mereka dapat menyambung hidup.
    Rezeki yang kita dapat dari hasil kerja keras kita tidak sepenuhnya itu milik kita. Di dalamnya itu ada hak dari kaum fakir dan miskin. Marilah kita mulai bersedekah. Tidak ada orang menjadi miskin karena bersedekah.

    Penulis : Hanggar PS Lokasi : Jawa Timur, Indonesia

    Photograper and Graphic Designer Capture Your Best Moments - Setiap momen dalam kehidupan akan menjadi sebuah kenangan. Abadikan setiap momen bahagia kalian untuk dikenang di masa yang akan datang