Langsung ke konten utama

Konfigurasi ATI Radeon Xpress 200M Series (Success Story)


 
Ternyata susah juga melakukan settingan di ATI Radeon Xpress 200M dari Laptop Toshiba Satelite L25 ke LCD Proyektor, Tapi telah ada orang yang telah sukses menyelesaikan permasalahan. Ini cerita sebenarnya masalah troubleshooting atau tentang cerita debat yah. Untuk lebih jelasnya  kita simak Success Story yang akan diceritakan oleh Hanggar PS (selanjutnya disebut dengan initial HPS) :


Di kantor saya menggunakan sebuah laptop Toshiba Satelite L25 yang bisa dikatakan sudah jadul lah perlu diadain pembaharuan hihihihi. Ya tapi karena fasilitas yang ada ya cuman itu ya dimaklumi sajalah.


Suatu ketika atasan saya ingin menggunakan laptop tersebut untuk presentasi dan apa yang terjadi ketika ditekan untuk tombol LCD, tidak tampak tampilan apapun di layar LCD proyektor. Saya kemudian mencoba melakukan setting di Control Panel - Display tapi ternyata tidak ada settingan tentang duplicate / clone seperti yang tersedia di Windows 7 (maklum laptop jadul sehingga hanya bisa support untuk Windows XP). Uhmmm akhirnya saya diminta atasan untuk meminta bantuan bagian EDP (bagian yang khusus menanganin komputer di perusahaan saya). Ketika meminta bantuan ternyata ada perdebatan antara :

Taufiqurrahman : selanjutnya akan disebut dengan initial "T".
 VS
Dedy Bagus Rusdianto : selanjutnya akan disebut dengan initial "D".

"T" telah mencoba berbagai cara tapi tidak berhasil akhirnya dia memanggil "D"
T berkata : "D" sinio bentar aku minta bantuan, pean kan yang kuliahnya lama jadi pasti bisa nanganin beginian.
D berkata : Opooo sichhhh,
T berkata : iki gak iso konek dek LCD proyektor
D berkata : wah iki launch manager'e gak iso iki (sambil menekan tombol Fn + F5)
HPS berkata : iso mas, cobaen yang lain lak bisa
D berkata : iyo iso iki, iki lum sempurna
Akhirnya pada ribut singkat cerita membaca dari kisah success story di forum mengenai masalah install driver vga dengan ekstensi file *.inf.
D bertanya : "T" ini drivernya sudah diinstal belum
T menjawab : sudah diinstall kuk
D bertanya : trus file installnya dimana (mencari file berekstensi *.inf, sambil ngotot nanya, padahal lo dicari ya gak bakal ada karena ekstensi *.inf itu kan masih master jadi lo dicari di partisi C:/ ya gak bakalan ada)
Disini terjadi salah paham eyel eyelan gtu dah, trus akhirnya di forum terdapat ATI Catalyst Control Center di download deh sama "T". Tiba - tiba "D" dipanggil oleh rekannya, saat "D" tidak ada "T" melanjutkan percobaannya karena ada lomba tentang success story untuk menyelesaikan masalah LCD proyektor ini. Akhirnya "T" lah yang telah berhasil menyelesaikan persoalannya. Berikut ini adalah langkah yang telah berhasil dilakukan :
  • Download ATI Catalyst Control Center di sini.
  • Install ATI Catalyst Control Center yang telah selesai di download tadi.
  • Restart laptopnya.
  • Klik kanan pada desktop akan keluar menu ATI Catalyst Control Center, klik itu
  • Akan keluar pemberitahuan bahwa driver laptopnya tidak support terhadap ATI Catalyst Control Center, abaikan saja itu.
  • Kemudian lakukan konfigurasi dengan memilih settingan untuk clone.
  • Restart kembali laptopnya
  • Sekarang tampilan LCD di laptop dan LCD proyektor sudah sama
Cerita di atas bukanlah fiktif belaka, kesamaan tokoh dalam cerita memang benar adanya hihihihihi ^_^. Lo dalam film kartun "Dora The Explorer" ada istilah we dit it, we dit it yeahhhhhh !!!!

Postingan populer dari blog ini

Arti Kata "True"

Kata "True" memang sudah sering kita dengar di kehidupan sehari-hari kita. Bila kita membuka dalam Kamus Besar Bahasa Inggris kata "True" berarti benar. Namun kata "True" sendiri memiliki banyak pengertian yang berbeda selain yang baru saja Bang Arsip sebutkan barusan. Hal tersebut tergantung dari pasangan kata yang digunakan. Bang Arsip telah mengumpulkan beberapa kata yang biasa dipasangkan dengan kata "True"

Membuat Cover CD dengan Microsoft Word

Teman-teman pasti pernah merasa takut kehilangan data yang tersimpan di komputer oleh karena itu teman-teman memburning data mereka ke dalam CD. Kemudian memberikan nama di CD ataupun DVD itu yang mencerminkan isi dari file yang ada di dalamnya. Tapi apakah memberikan nama di CD dengan hanya menuliskan nama itu dengan spidol itu sudah cukup. Mas Hang rasa itu memang sangat simple dan cara yang cepat untuk memberikan nama. Namun bila CD ataupun DVD kita tadi sudah banyak maka akan memperlambat kita dalam mencari file yang kita butuhkan. Salah satu hal yang dapat mempermudahnya adalah dengan memberikan cover CD yang berbeda antara satu CD dengan CD yang lain.

Lihat saja para penjual kaset CD di pinggir jalan. Merekan telah menerapkan ilmu manajemen file. Mereka dengan mudahnya menemukan apa yang kita karena apa yang dia jual telah diberikan cover yang menarik dan berbeda antara satu dengan yang lain. Nah bila Sahabat Arsip bertanya
Bagaimana cara membuat cover CD itu Mas? Gampang kuk t…

Tips Manajemen File dan Data yang Baik di Komputer

Bagi orang kantoran khususnya yang bekerja di depan komputer tentunya sudah setiap hari kita disodori pekerjaan mengetik yang cukup banyak. File yang kita ketik kemudian kita simpan dalam folder tertentu. Namun cara menyimpan hanya dengan save ke folder tertentu sudah efektif dilakukan ? Apakah file yang kita simpan itu setelah beberapa bulan akan mudah ditemukan lagi bila kita mencari ? Karena berbicara soal administrasi maka kita akan berkutat dengan manajemen file dan data. Di mana data itu harus tersimpan di tempatnya (berdasarkan fungsi, golongan, lokasi, dll) dan mampu untuk ditemukan bila sewaktu-waktu kita memerlukannya.

Berawal dengan kesulitan saya sewaktu menjadi seorang administrasi (background saya sebenarnya adalah di teknik komputer) ketika berkutat dengan banyak data di kantor yang mulai bikin pusing kepala. Kemudian saya berpikir dan mencari solusi yang terbaik. Setelah saya bertanya kepada Mbah Google dan mendapat masukan pula dari atasan saya maka saya dapat mengamb…